REPUBLIK MAHASISWA

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN MALANG 2025

METANOIA 2025: Awal Perubahan Cara Pandang Mahasiswa Baru UIN Malang

Gema “METANOIA 2025” mengawali babak baru bagi ribuan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam upacara pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan sebuah manifesto yang mendasari seluruh rangkaian acara. Berasal dari bahasa Yunani yang berarti transformasi fundamental cara berpikir, METANOIA 2025 menjadi seruan kuat bagi para mahasiswa baru untuk meninggalkan pola pikir lama dan memulai sebuah revolusi internal. Sejak hari pertama, mereka diajak untuk tidak hanya berganti almamater, tetapi juga untuk secara sadar mengubah cara pandang mereka terhadap diri sendiri, kampus, dan dunia.

Semangat transformasi cara pandang ini secara inheren terhubung dengan visi besar kepemimpinan mahasiswa: “Reformasi demokrasi dan pemenuhan hak mahasiswa.” Konsep Metanoia menjadi landasan utama untuk misi membangun kembali nilai demokrasi kampus yang adil dan memperjuangkan hak setiap mahasiswa yang dirugikan. Sebab, demokrasi yang sejati hanya bisa tumbuh subur jika setiap individu di dalamnya telah mengalami perubahan pikiran—dari yang semula apatis menjadi partisipatif, dari yang takut bersuara menjadi berani menyuarakan kebenaran. Pembukaan PBAK ini menjadi momentum di mana mahasiswa baru diyakinkan bahwa kekuatan terbesar untuk reformasi dimulai dari keberanian untuk mengubah cara pandang mereka sendiri terhadap kekuasaan dan hak.

Lebih jauh, perjalanan Metanoia yang digagas tidak berhenti pada urusan internal kampus. Ia menjadi fondasi untuk menjalankan misi meningkatkan kesadaran mahasiswa akan isu kampus, nasional, bahkan internasional. Mahasiswa yang telah mengalami transformasi cara berpikir akan memiliki kepekaan yang lebih tajam dan cakrawala yang lebih luas. Mereka tidak lagi melihat dunia hanya dari balik jendela ruang kelas, tetapi mulai merasa terhubung dengan berbagai persoalan yang terjadi di luar sana. Melalui berbagai sesi inspiratif selama PBAK, mahasiswa baru didorong untuk membuka pikiran mereka, mempertanyakan status quo, dan membangun kesadaran kritis sebagai modal utama seorang intelektual.

Pada akhirnya, tujuan akhir dari METANOIA 2025 adalah melahirkan aksi nyata. Perubahan cara pandang yang fundamental harus bermuara pada tindakan yang transformatif, sejalan dengan misi untuk aktif dalam menyikapi isu-isu lingkungan, ketahanan pangan, dan pendidikan. Seorang mahasiswa yang telah mengalami Metanoia tidak akan tinggal diam melihat ketidakadilan atau kerusakan di sekitarnya. Mereka adalah generasi yang terpanggil untuk menjadi solusi, menerapkan ilmu pengetahuannya untuk kebaikan bersama. Dengan demikian, PBAK UIN Malang 2025 bukan hanya sebuah orientasi, melainkan sebuah inisiasi menuju perubahan besar—dimulai dari pikiran, diwujudkan dalam tindakan.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait