{"id":1683,"date":"2025-11-18T04:12:16","date_gmt":"2025-11-18T04:12:16","guid":{"rendered":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/?p=1683"},"modified":"2025-11-18T04:12:56","modified_gmt":"2025-11-18T04:12:56","slug":"dema-uin-malang-resmikan-kati-kampus-alam-konservasi-pertama-di-sidodadi-dalam-penutupan-program-semesta-mengabdi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/dema-uin-malang-resmikan-kati-kampus-alam-konservasi-pertama-di-sidodadi-dalam-penutupan-program-semesta-mengabdi\/","title":{"rendered":"DEMA UIN Malang Resmikan KATI, Kampus Alam Konservasi Pertama di Sidodadi dalam Penutupan Program \u201cSemesta Mengabdi\u201d"},"content":{"rendered":"<p><strong>MALANG<\/strong> \u2013 Kementerian Desa dan Lingkungan Hidup DEMA UIN Malang resmi menutup rangkaian program <em>Semesta Mengabdi<\/em> di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jumat (15\/11). Program yang berlangsung sejak 17 Agustus ini meninggalkan capaian besar berupa pendirian <strong>Kampus Alam Tegalsari Indonesia (KATI)<\/strong>, sebuah kampus alam tanpa dinding yang berfokus pada konservasi dan edukasi lingkungan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p>Program ini dirancang menggunakan pendekatan <strong>ABCD (Asset-Based Community Development)<\/strong>, yaitu metode pengabdian yang berfokus pada penggalian potensi terbaik yang dimiliki komunitas. Tim pengabdian menemukan bahwa Sidodadi memiliki kekayaan alam dan budaya yang kuat, namun menghadapi ancaman ekologis seperti pendangkalan sungai, banjir tahunan, dan erosi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami melihat bahwa menjadikan Sidodadi sebagai wisata massal justru berpotensi merusak lingkungan dan melemahkan peran masyarakat. Karena itu kami mengembangkan model <strong>eduwisata berbasis konservasi<\/strong>, yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan penonton,\u201d ujar Fiqhan selaku <strong>Menteri Desa dan Lingkungan Hidup DEMA UIN Malang<\/strong>, selaku penanggung jawab program.<strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"975\" height=\"548\" src=\"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/image-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1685\" srcset=\"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/image-1.png 975w, https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/image-1-300x169.png 300w, https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/image-1-768x432.png 768w, https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/image-1-18x10.png 18w\" sizes=\"(max-width: 975px) 100vw, 975px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Lahirnya KATI: Kampus Masa Depan Berbasis Konservasi Alam<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>KATI dirancang sebagai <strong>kampus alam tanpa dinding<\/strong> dengan tridarma perguruan tinggi yang diterapkan secara nyata: pendidikan, penelitian, dan pengabdian berbasis konservasi. Konsep ini menempatkan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Alam sebagai ruang belajar<\/strong>,<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Masyarakat sebagai dosen<\/strong>,<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aksi konservasi sebagai laboratorium ilmiah<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Lembaga ini diharapkan menjadi pusat riset lapangan dan pengabdian jangka panjang, serta model kampus alternatif yang relevan dengan kebutuhan masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama program, tim berhasil menyusun <strong>1 kurikulum KATI<\/strong>, <strong>1 SOP kelembagaan<\/strong>, <strong>1 profil lembaga<\/strong>, serta <strong>1 <em>guide book<\/em><\/strong> yang memetakan konsep, struktur, dan arah pengembangan KATI. Selain itu, tim juga membuka <strong>bank data konservasi<\/strong> sebagai dasar perencanaan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Program Konservasi untuk Pelajar SMP<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di bidang pendidikan, tim juga meresmikan <strong>Ekstrakurikuler Konservasi Alam di SMP PGRI 04 Gedangan<\/strong>, yang menjadi unit edukasi konservasi tingkat pelajar. Program ini mengajarkan dasar ekologi, pemetaan sungai, observasi lapangan, hingga pembuatan bank bibit mangrove disekolah.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pemetaan Ekologi &amp; Bank Bibit Mangrove<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam empat bulan terakhir, tim menghasilkan sejumlah output berbasis data dan aksi lapangan, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>1 Bank Bibit Mangrove<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemetaan Sungai Bajulmati<\/strong>, meliputi titik pendangkalan, area kritis, kawasan rehabilitasi, dan prioritas penanaman.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>1 Kurkulum KATI<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>1 Sistem kelembagaan KATI<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>1 Artikel<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>6 Modul keilmuan KATI<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>\u201cPengabdian ini bukan seremonial. Semua yang kami kerjakan berbasis data, analisis potensi, dan aksi nyata di lapangan,\u201d tegas Menteri Desa &amp; Lingkungan Hidup DEMA UIN Malang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Upaya Jangka Panjang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>KATI akan menjadi pusat konservasi dan pendidikan lingkungan jangka panjang di Sidodadi. Ke depan, lembaga ini akan mengembangkan kelas alam, laboratorium sungai, pelatihan riset desa, serta program eduwisata konservasi yang melibatkan masyarakat secara penuh.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKATI adalah model kampus masa depan. Bukan hanya belajar teori, tetapi turun langsung di alam. Ini adalah ruang belajar yang relevan untuk generasi baru yang membutuhkan pengalaman nyata dalam konservasi,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penutupan <em>Semesta Mengabdi<\/em> ditandai dengan refleksi bersama dosen, masyarakat, pihak sekolah, perangkat desa, dan puluhan mahasiswa. Peresmian KATI menjadi puncak dari rangkaian kegiatan, sekaligus awal dari komitmen baru untuk menjadikan Sidodadi sebagai desa konservasi yang mandiri dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><strong>More Information!!!<\/strong><br><strong>Instagram : @demaliki.mlg<\/strong><br><strong>Tiktok : @demaliki.mlg<\/strong><br><strong>YouTube : DEMA UIN MALANG<\/strong><\/mark><\/p>\n\n\n\n<p><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\"><strong>#DemaUinMalang<\/strong><br><strong>#DEMAU202<\/strong><\/mark><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-cyan-blue-color\">5<\/mark><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MALANG \u2013 Kementerian Desa dan Lingkungan Hidup DEMA UIN Malang resmi menutup rangkaian program Semesta Mengabdi di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jumat (15\/11). Program yang berlangsung sejak 17 Agustus ini meninggalkan capaian besar berupa pendirian Kampus Alam Tegalsari Indonesia (KATI), sebuah kampus alam tanpa dinding yang berfokus pada konservasi dan edukasi lingkungan hidup. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1684,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-1683","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1683","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1683"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1683\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1688,"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1683\/revisions\/1688"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1684"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1683"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1683"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/rmmaliki.uin-malang.ac.id\/zh\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1683"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}